Pencegahan Stunting dimulai usia Remaja Dengan Memberikan Tablet Tambah Darah Pada Remaja putri

Image 3
Berita

 

Tanggal 18 Februari 2025 programmer gizi dan programmer ausrem, analis mengadakan skrining anemia dan pemberian tablet tambah darah di sekolah tingkat SMP dan SMA di wilayah kerja UPT Puskesmas Bungatan. Acara ini bertujuan untuk mendeteksi dini anemia dan mencegah stunting. Acara dimulai dengan sosialisasi manfaat dari tablet tambah darah dilanjut dengan pemeriksaan HB. Remaja putri yang anemia langsung di intervensi dengan pemberian tablet tambah darah sesuai dengan tingkat anemia ringan, sedang, berat. Dimana remaja putri yang anemia ringan (Hb: 11-11,9 mmHg) mendapat intervensi 1 tablet setiap hari selama 4 minggu. Anemia sedang (Hb: 8-10,9 mmHg) mendapat intervensi 2 tablet setiap hari selama 4 minggu. Sedangkan remaja putri yang anemia berat (Hb: <8 mmHg) dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak remaja. Namun, dibandingkan remaja putra, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya. Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Sehingga membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan.

Tidak berhenti sampai disitu, dampak anemia juga menyebabkan para remaja putri mengalami berbagai kondisi seperti:

  1. Penurunan imunitas sehingga lebih rentan terpapar berbagai penyakit infeksi
  2. Penurunan konsentrasi belajar di kelas
  3. Penurunan prestasi di sekolah
  4. Penurunan kebugaran dan produktivitas kerja

Upaya pemberian tablet tambah darah diberikan ke sekolah dengan tujuan meminimalisasi perempuan usia muda mengalami anemia. Jika seorang remaja putri menderita anemia dan kemudian hamil maka akan berpotensi  melahirkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dengan panjang badan pendek/stunted. Hal ini disebabkan karena kurangnya suplai oksigen dan makanan ke janin selama masa kehamilan. Oleh sebab itu untuk menghindari hal tersebut maka UPT Puskesmas Bungatan memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri di tingkat sekolah SMP dan SMA. Tablet tambah darah yang sudah didistribusikan oleh Puskesmas ke sekolah, akan diberikan ke remaja putri di sekolah tersebut dan mengkonsumsinya dihadapan guru / walikelas masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa remaja putri itu benar-benar mengkonsumsi tablet tambah darah. Dosis yang diberikan adalah setiap orang mendapat 1 tablet per minggu dan dipantau setiap sebulan sekali oleh duta remaja dan guru UKS yang akan melaporkan ke petugas gizi Puskesmas.Puskesmas Bungatan mempunyai inovasi berjudul JUFE SEKSI (Jumat minum Fe seminggu sekali).

Diharapkan dengan adanya program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri ini dapat menurunkan gejala anemia pada remaja putri sehingga mereka dapat memiliki kesehatan yang optimal menjelang kehamilan agar mendapat generasi emas.