1 Maret 2025. Nutrisionis (petugas gizi) beserta bidan wilayah melakukan kegiatan Konseling ASI (menyusui) dan PMBA (Pemberian Makan pada Bayi dan Anak) di desa Mangaran Kecamatan Mangaran. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk upaya dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Mangaran.
Masalah gizi stunting atau balita pendek saat ini menjadi perhatian berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Dampak stunting bukan hanya kegagalan mencapai tinggi badan sesuai potensi genetik. Otak anak yang stunting pun tidak dapat berkembang secara normal sehingga mengakibatkan kemampuan kognitif dan kekebalan tubuh yang rendah. Stunting harus diantisipasi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Salah satu faktor penyebab stunting adalah Praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak adekuat yaitu tidak mendapat Inisiasi Menyusui Dini (IMD), tidak disusui eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak memenuhi kuantitas, kualitas dan variasi atau tidak sesuai dengan prinsip PMBA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan menyusui eksklusif sejak lahir selama 6 bulan pertama hidup anak, dan tetap disusui bersama pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang cukup sampai usia 2 tahun atau lebih.
Salah satu penyebab terjadinya stunting di Kecamatan Mangaran karena masih banyak ibu-ibu yang kesulitan dalam menyusui bayinya dan belum paham dalan memberikan MP-ASI yang tepat sesuai PMBA. Maka kegiatan konseling ASI dan PMBA dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam praktik menyusui dan PMBA. Kegiatan ini dapat dilakukan di poli gizi Puskesmas Mangaran, di posyandu, maupun di rumah sasaran melalui kunjungan rumah. Sasaran kegiatan ini adalah ibu bayi dan balita usia 0-23 bulan.
Dalam kegiatan ini, petugas mengkaji dan menggali mengenai kendala/masalah yang dihadapi ibu selama proses menyusui dan pemberian MP-ASI. Petugas juga mengidentifikasi tumbuh kembang anak melalui KMS setelah dilakukan pengukuran antropometri. Kemudian memberikan nasihat praktis tentang manfaat menyusui, cara menyusui yang baik dan benar, perawatan payudara, cara membuat MP-ASI sesuai dengan prinsip PMBA dan nasehat tentang cara mengatasi permasalahan yang ditemui pada saat menyusui dan memberikan MP-ASI. Petugas juga memberikan dukungan psikologis dan motivasi kepada ibu sehingga menimbulkan rasa percaya diri pada ibu dalam menyusui dan memberikan PM-ASI pada anaknya. Jika diperlukan, petugas melakukan rujukan untuk mendapatkan intervensi lebuh lanjutt
Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan praktik pemberiaan ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat sesuai PMBA sehingga bayi-balita di Kecamatan Mangaran dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan pada akhirnya dapat menurunkan angka stunting.
